Flek Cokelat Haid

Kesehatan

Pernahkah Anda menemukan bintik-bintik cokelat di pakaian dalam Anda, meskipun menstruasi Anda sudah berakhir? Tidak perlu berpikir segera dengan cara yang aneh. Ini sangat normal asalkan tidak disertai dengan gejala mencurigakan lainnya.

Jika benar-benar ada gejala yang membuat Anda tidak nyaman, mulailah berhati-hati. Agar tidak bertanya pada diri sendiri, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang munculnya bintik-bintik cokelat setelah menstruasi.
Penyebab bintik-bintik coklat setelah menstruasi

keputihan sebelum menstruasi

Munculnya bintik-bintik coklat setelah menstruasi memiliki banyak arti. Berikut adalah berbagai faktor yang menyebabkan penampilan mereka:

  1. Darah yang tersisa di rahim

Bintik-bintik coklat yang keluar seringkali merupakan darah dari sisa-sisa menstruasi, yang tertinggal dan dilepaskan.

Munculnya darah residual biasanya berwarna lebih gelap daripada darah menstruasi normal. Warna bintik-bintik darah yang keluar tidak lagi merah terang karena telah teroksidasi setelah lama tinggal di rahim. Teksturnya kadang-kadang lebih lengket, kental, atau kering.

Sebagian besar wanita mengalami 1-2 bercak coklat pada akhir menstruasi. Beberapa yang lain mengalami bercak cokelat yang “datang dan pergi” selama satu atau dua minggu.

Flek Cokelat Haid

  1. Efek samping dari pengendalian kelahiran hormonal

Jenis kontrasepsi hormonal seperti pil KB, cincin vagina dan IUD dapat memicu munculnya bintik-bintik cokelat pada akhir menstruasi.

Munculnya cacat yang tetap darah menstruasi kemarin adalah fenomena umum. Kondisi ini sangat normal dan tidak boleh dilihat oleh dokter. Bintik-bintik itu akan berhenti membusuk seiring waktu. Itu semua tergantung pada seberapa baik kemampuan rahim untuk menghilangkan lapisan-lapisannya dari tubuh.

Bintik-bintik coklat karena kontrol kelahiran cenderung muncul sebagai perwujudan menstruasi tidak teratur. Namun, tidak perlu khawatir karena kondisi ini sangat normal.

Keluarnya bintik-bintik gelap biasanya disebabkan oleh rendahnya kadar estrogen dalam tubuh. Ini membuat lapisan rahim kurang stabil, sehingga membuat bintik-bintik cokelat yang keluar dari vagina.

Anda dapat meminta dokter untuk mengganti kontrasepsi jika tidak nyaman dengan munculnya bintik-bintik cokelat. Biasanya dokter akan mencari alternatif lain yang memiliki efek samping minimal untuk Anda.

  1. Tanda-tanda kehamilan

Munculnya bintik-bintik cokelat bisa menjadi kabar baik bagi Anda yang sedang menunggu kehadiran bayi. Jika bintik-bintik coklat muncul sebagian besar setelah periode panjang menstruasi yang lama, ini bisa menjadi tanda kehamilan.

Munculnya bercak tanda kehamilan disebut implan pendarahan. Artinya, sel telur dibuahi dan dimasukkan ke dalam lapisan rahim. Ketika telur ditanamkan, rahim akan mengalami sedikit pendarahan yang terkadang berwarna coklat.

Tetapi untuk lebih percaya diri bahwa bintik-bintik menunjukkan kehamilan, perhatikan gejala lain yang biasanya muncul pada awal kehamilan:

Mudah lelah
Nyeri payudara dan kencang
Mual dan muntah (morning sickness)
pusing
Mood mudah diubah

Untuk memastikan kehamilan, Anda dapat memeriksa diri Anda menggunakan paket tes di rumah atau pergi ke dokter kandungan.

  1. Perimenopause

Perimenopause adalah fase transisi menuju menopause yang umumnya akan dialami oleh wanita di usia paruh baya.

Perimenopause biasanya dimulai sekitar 10 tahun sebelum menopause “resmi”. Menopause yang sama umumnya dimulai pada kelompok usia 50 tahun. Karenanya, seorang wanita dapat mulai mengalami gejala di usia 40-an.

Kadar estrogen akan naik dan turun selama perimenopause. Ini mengubah siklus menstruasi, yang kadang-kadang juga menyebabkan bintik-bintik coklat setelah menstruasi.

Bintik-bintik cokelat yang keluar selama perimenopause bisa sedikit dan bertahan lama atau sebaliknya, sangat dan pendek. Itu semua tergantung kondisi tubuh masing-masing orang.

Selain bintik-bintik coklat, gejala perimenopause lainnya adalah:

Hot flashes (perasaan panas dari dalam tubuh)
insomnia
Vagina kering
Hasrat seksual menurun
Mood atau mood berubah dengan mudah
  1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Polycystic ovary syndrome atau PCOS adalah kelainan keseimbangan hormon wanita. PCOS umumnya ditandai oleh kadar hormon pria yang terlalu tinggi (testosteron dan androgen).

Salah satu manifestasi dari ketidakseimbangan hormon ini adalah siklus menstruasi yang kacau, termasuk pelepasan bintik-bintik coklat setelah menstruasi.