Penyakit Akibat Kerja yang Patut Diwaspadai

Penyakit Akibat Kerja yang Patut Diwaspadai

Kesehatan

Penyakit akibat kerja adalah masalah kesehatan yang dimiliki seseorang karena rutinitas atau paparan zat tertentu di tempat kerja.

Ada berbagai jenis penyakit akibat kerja dan masing-masing memiliki pemicu atau penyebab yang berbeda.

Penyakit akibat kerja penting untuk diketahui karena banyak orang tidak menyadari bahwa ketidaknyamanan yang mereka alami adalah akibat dari pekerjaan mereka sehari-hari.

Informasi lebih lanjut tentang penyakit akibat kerja tersedia dalam ikhtisar berikut.

Beragam Penyakit Akibat Kerja

Penyakit Akibat Kerja yang Patut Diwaspadai
Penyakit Akibat Kerja yang Patut Diwaspadai

Klaim berdasarkan penyakit akibat kerja dapat dihindari jika Anda mengetahui penyebabnya dan mengubah kebiasaan kerja Anda. Berikut ini adalah contoh penyakit akibat kerja dan penjelasannya:

  • asma
    Pekerja yang sering terpapar uap kimia, gas, dan debu dipengaruhi oleh kondisi ini. Secara umum, keluhan terjadi lebih cepat jika pekerja tidak memiliki peralatan pelindung seperti B. memakai topeng. Pekerja di pabrik tekstil, penata rambut, tukang kayu dan tukang las adalah di antara mereka yang berisiko asma.

Asma di tempat kerja memiliki gejala yang sama dengan asma pada umumnya, yaitu mengi, sesak napas, dan batuk. Hanya saja gejala asma biasanya memburuk di tempat kerja dan membaik saat liburan.

Tingkat keparahan asma tergantung pada berapa lama Anda terpapar dengan pemicu. Semakin lama dan semakin sering Anda terpapar, semakin banyak gejala asma yang muncul.

Namun, ini juga berarti bahwa gejala dapat diobati dengan lebih mudah jika pasien didiagnosis lebih cepat.

  • Carpal tunnel syndrome (CTS)
    CTS adalah pengalaman pekerja yang sering menggunakan tangan mereka untuk gerakan berulang yang sama. Pekerja yang terkena penyakit ini termasuk karyawan yang sering menulis, pengepak, penjahit dan pekerja konstruksi.

CTS ditandai oleh gejala-gejala seperti kesemutan, mati rasa dan kelemahan pada tangan. Gejala-gejala ini dapat dikurangi dengan mengistirahatkan tangan Anda sejenak saat bekerja, meremas tangan Anda dengan es dan minum obat penghilang rasa sakit.

Jika metode ini tidak menghilangkan ketidaknyamanan atau gejala, hubungi dokter Anda untuk perawatan yang tepat.

  • Dermatitis kontak
    Dermatitis kontak dapat terjadi pada pekerja yang sering bersentuhan dengan bahan kimia, pestisida, pengawet, nikel, parfum, pewarna rambut, perhiasan yang dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi.

Dermatitis kontak ditandai oleh ruam gatal, kering, dan bersisik. Kulit juga bisa menjadi keras, retak, dan terasa sakit saat disentuh. Pekerja yang terancam punah dapat menghindari keluhan ini dengan menggunakan peralatan pelindung di tempat kerja, mis. B. sarung tangan karet.

  • Penyakit paru-paru kronis
    Seseorang yang bekerja di tempat seperti tambang batu bara, pabrik batu, pabrik tanah liat, pabrik bahan bangunan, atau bahkan jalanan berisiko terkena penyakit ini. Contoh penyakit ini adalah asbestosis. Keluhan dapat berupa batuk, sesak napas, nyeri dada, dan perubahan saluran pernapasan.

Berbeda dengan asma, pasien terus mengeluh bahkan ketika mereka tidak lagi terpicu oleh pemicu. Ini karena partikel udara dapat mengendap secara permanen di tempat-tempat di paru-paru.

Selain penyakit yang disebutkan, ada banyak penyakit terkait pekerjaan lainnya seperti gangguan pendengaran, tetanus, vitiligo, kanker.

Umumnya, penyakit ini dimulai dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya menggunakan alat pelindung diri saat bekerja.

Setiap tempat kerja memiliki risiko kesehatan. Selalu gunakan alat pelindung diri yang tepat dan istirahatlah ketika Anda merasa lelah untuk mencegah penyakit akibat kerja terjadi.

Juga lakukan ujian medis reguler untuk karyawan berdasarkan risiko pekerjaan mereka dan aturan perusahaan tempat Anda bekerja.

Baca Juga :